TAHUN POLITIK BANYAK POLITISI YANG MENCARI PERHATIAN MASYARAKAT DI TAHUN 2018/2019
Hasan Beda
Tahun 2018 dikenal dengan tahun politik. Menandai tahun politik setidaknya ada dua. Pertama, akan terjadi 171 pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung serentak di tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia pada pertengahan Juni 2018. Kedua, persiapan jelang pemilu legislatif (pileg) dan pemilu presiden/ wakil presiden (pilpres) tahun 2019. Tentu saja suasana tahun politik akan berbeda dengan tahun-tahun biasanya.Yang mencolok tentu saja di tahun politik, baik pilkada, pileg, maupun pilpres, suasana persaingan akan sangat terasa. Par tai politik (parpol) maupun para kandidat yang berlaga dengan caranya masing-masing mencari pengaruh, merayu calon pemilih dan menunjukkan dirinya layak didukung oleh rakyat. Hal ini wajar karena rakyat sebagai pemilih perlu tahu siapa yang kelak akan duduk sebagai kepala daerah, wakilnya di DPRD, DPR RI, serta siapa presiden kelak untuk 2019-2024.
Namun ada gejala yang cenderung mencemaskan dalam tahun politik. Sejak awal banyak pihak sudah mengingatkan bahwa tahun politik rentan gesekan. Hal ini disebabkan perbedaan pilihan bisa memicu gesekan. Hanya karena beda partai bisa membuat orang membenci orang tua dan sanak saudara.
Kita, sebagai bangsa belum bisa menikmati pesta demokrasi dengan sesungguhnya. Padahal, kita mengenal kebiasaan berpesta adalah suasana menyenangkan. Tamu-tamu berdatangan kita sambut dengan meriah. Tidak pernah dalam pengalaman pesta tamu yang datang kita hina dan makanan yang ada di piring sang tamu kita ludahi. Namun dalam potret berpolitik Indonesia cara-cara tidak santun dan kasar cenderung dipraktikkan.
Toleransi yang indah dan terpelihara sengaja diobok-obok oleh orang yang kepincut kedudukan dan jabatan. Demi meraih kekuasaan dan fasilitas enak sebuah jabatan segala cara dihalalkan bahkan keji, kasar, memalukan pun dikerjakan. Perbedaan sebagai bangsa yang adalah kewajaran dieksploitasi sedemikian rupa sehingga suku, agama, ras (SARA) yang sebenarnya sudah ada semenjak Indonesia masih bernama Nusantara justru memperuncing perbedaan.
Kita sebagai waega Negara yang baik maka kita harus menjalan kan dan menegakkan pesta Demokrasi dengan baik.
Saat ini Persaingan politik sangat tinggi yang mana tersebar di media sosial yakni saling menjatuhkan antara satu politisi dengan politisi lain nya sehingga hal ini sangat berpengaruh terhadap masyarakat indonesia apalagi saat ini perkembangan teknologi sangat pesat.dan kenyataan nya adalah Bagi para politisi akan turun ke masyarakan ketika membutuhkan masyarakat setelah itu ketika masyarakat membutuhkan pemerintah malah cuek dan pura pura tidak tau. Ini adalah fakta yang selama ini terjadi di indonesia.
Dan harapan saya adalah Berpolitiklah dengan Positif bersaing dengan sehat secara demokrasi yang sesunghuh nya dan dan mampu memberikan sisi positif kepada masyarakat agar apa yang di harapkan masyarakat bisa tercapai.

Komentar