DEWAN MAHASISWA STAI IBNU SINA MENYIKAPI PENGGUSURAN YANG TERJADI DI KOTA BATAM

Sangsuryadaritimur. Com

Perkenalkan Nama saya Hasan Beda
Saya adalah salah satu Mahasiswa STAI Ibu Sina Kota Batam
Saya juga ikut berkecimpung di Organsasi Intra kampus maupun Ekstra Kampus.
Saya selaku mahasiswa saya juga berhak untuk menyampaikan apa yang di rasakan masyarakat Batam saat ini terkhusus lagi masyarakat menengah ke bawah yang tinggal di Ruli.pada dasarnya mereka juga warga Batam namun tempat tinggal mereka sering di gusi dan tanpa memberikan tempat tinggal yang layak ibarat pepatah mengatakan sudah jatuh ketimpa tangga itulah nasib mereka  sudah miskin di terlantarkan jadi mau apa lagi mereka tanpa di berikan tempat tinggal atau lahan yang layak untuk di bangun sebuah tempat tinggal.sebagai seorang mahasiswa saya juga Menyikapi berbagai masalah yang selalu menghantui masyarakat kalangan bawah di pulau Batam.
Yang mana TEAM TERPADU yang selalu melakukan penggusuran rumah warga.
Menjadi mimpi buruk di setiap saat oleh masyarakat.
Dualisme kepemimpinan yang ada di Batam selalu membuat pencitraan untuk bisa mencuri'simpati masyarakat.
Tapi mereka lupa akan kesengsaraan yang di timbul kan oleh oknum-oknum kedua instansi pemerintah tsb.
Mafia lahan yg ada di sekitaran Batam adalah oknum BP Batam.
Yang melakukan penggusuran rumah warga adalah pihak team Terpadu.
Yang jadi pokok masalah nya adalah.
Kenapa pihak BP Batam tidak menyelesaikan masalah korban penggusuran dam Duriangkang secara adil yang mana masalah ini sudah memakan waktu lebih dari 20 thn.
Nah pihak pemerintah saat mengajukan proyek pelebaran parit kepada BWS.
Ada indikasi pembohongan.
Mereka mengatakan kalo lahan yang akan kena proyek pelebaran parit tidak dalam bermasalah.
Alias bebas.
Jadi menurut pandangan & pendapat saya pihak BP Batam ( oknum ) bermain untuk menghilangkan hak masyarakat bawah.
Kalo pihak pemerintah dinas terkait tidak menjalankan pekerjaan secara profesional dgn prosedur nya.
dan Team Terpadu menjalankan tugas dgn cara tidak memiliki perikemanusiaan dan berarti berTuhan kepada perintah atasan atau pimpinan.
Bukan hanya itu saja Namun hampir sekitar 40% Ruli yang sudah di gusur tanpa memberikan adapun bahkan bagi warga yang bersikeras untuk mempertahankan tempat tinggalnya maka bisa di intimidasi atau di geser dengan paksa.
Pertanyaan nya apakah pihak yang berwewenang di kota Batam ini sudah berlaku adil...?
Walaupun Mereka tinggal di  Ruli Namun mereka juga Bagian dari masyarakat Batam.
Kami sudah bosan turun aksi namun dengan berbagai macam media akan kami gunakan untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan masyarakat Batam.

MAHASISWA SELALU BERSAMA MASYARAKAT

TTD. SEKRETARIS JENDRAL DEWAN MAHASISWA STAI IBNU SINA BATAM  (HASAN BEDA) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

YUDISIUM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM IBNU SINA KOTA BATAM 2018

ARTI DAN MAKNA SAHABAT

JUDUL SKRIPSI